<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171749878512320341</id><updated>2011-10-30T04:34:22.714-07:00</updated><category term='Silaturrahmi'/><category term='Aqidah'/><category term='Pojok Mu&apos;alaf'/><category term='Mutiara Salaf'/><title type='text'>Robbani Center</title><subtitle type='html'>Menjadi Generasi Rabbani Yang Berpegang Teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://robbaniun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Insan Robbani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10820809991662874007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/Sao-cG852eI/AAAAAAAAAho/9o40vbV0glc/S220/Soldiers+of+ALLAH.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171749878512320341.post-5628309468181495795</id><published>2009-02-28T23:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T23:54:19.397-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Ponari, Penyesatan dan Pembodohan Ummat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://alveean.files.wordpress.com/2008/12/dukun.jpg?w=128&amp;amp;h=124"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 128px; height: 124px;" src="http://alveean.files.wordpress.com/2008/12/dukun.jpg?w=128&amp;amp;h=124" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dimuliakan Allah,  saat ini masyarakat Indonesia sedang dicengangkan dengan “kemampuan” seorang anak yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, hanya dengan mencelupkan batu yang ia temukan kedalam wadah yang berisi air. Dengan air tersebut banyak orang yang “tersesat” Ponari, yah… begitulah orang-orang menyebut anak tersebut. Batu yang ia temukan diduga mempunyai “kekuatan” yang luar biasa. Dan masih banyak lagi pengagungan yang ia terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah menyembuhkan penyakit adalah perkara ghaib. Tidak seorangpun yang dapat menyembuhkan tanpa seizin-Nya.  Namun apakah hal yang boleh,  apabila kita mempercayainya…? Apa hukum Islam mengenai hal-hal seperti itu atau hal-hal yang semisalnya. Dan apa hukuman bagi orang yang mempercayainya…?&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam syari’at Islam memang diwajibkan kita untuk mempercayai hal-hal yang ghoib. Namun bukan berarti kita diwajibkan mengetahui hal-hal yang ghaib tersebut. Karena dalam firman Allah Azawajallah sendiri Ia berfirman:&lt;br /&gt;Maka ingatlah kepada-Ku , Aku pun akan ingat kepadamu,bersyukurlah kepada-KU dan janganlah kamu ingkar kepada KU. Wahai orang - orang yang beriman Mohonlah pertolongan kepada ALLAH dengan sabar dan shalat Sungguh Allah beserta orang - orang yang sabar. Al Baqarah 152-153.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebodohan dan kurangnya Ilmu tentang Islam secara benar mengakibatkan banyak sekali orang yang masih percaya pada hal yang seperti Ponari lakukan. padahal Rasul sendiri sudah mengingatkan kita untuk tidak percaya kepada hal yang seperti itu. Sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dari istri-istri Rasulullah SAW. dari Nabi SAW., beliau bersabda yang artinya : “Barang siapa yang mendatangi seorang dukun dan bertanya sesuatu maka dia tidak akan diterima sholatnya selam empat puluh hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan juga oleh oleh Abu Daud dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW. bersabda yang artinya : “Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun dan dia percaya dengan apa yang dikatakannya maka dia telah kufur dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad SAW.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana disebutkan, apabila kita bertanya pada Ponari atau sejenisnya (Reg Primbon, Reg Ramal, Reg Jodoh, Reg Mama, dan reg-reg yang lainya) maka shalat kita yang dilaksanakan selama 40 hari akat ditolak oleh-Nya.  Apalagi bila kita percaya pada mereka maka kita sudah Kufur terhadap yang diturunkan Allah pada Muhammad SAW.  Semoga Allah melindungi kita dari hal yang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua’alm…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171749878512320341-5628309468181495795?l=robbaniun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbaniun.blogspot.com/feeds/5628309468181495795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2009/02/ponari-penyesatan-dan-pembodohan-ummat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/5628309468181495795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/5628309468181495795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2009/02/ponari-penyesatan-dan-pembodohan-ummat.html' title='Ponari, Penyesatan dan Pembodohan Ummat'/><author><name>Insan Robbani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10820809991662874007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/Sao-cG852eI/AAAAAAAAAho/9o40vbV0glc/S220/Soldiers+of+ALLAH.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171749878512320341.post-5430147620935496554</id><published>2008-12-08T22:54:00.001-08:00</published><updated>2009-01-06T22:08:28.690-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Ittiba’</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/SWRGrA2H_MI/AAAAAAAAABY/HzeNFW_6OCo/s1600-h/fall1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/SWRGrA2H_MI/AAAAAAAAABY/HzeNFW_6OCo/s200/fall1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288429567215140034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Arti ittiba’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ittiba’ berarti “pengikutan”. Ittiba’ yang dimaksud sebagai dasar agama Islam adalah pengikutan ke-pada Rosululloh Salallahu Alaihi Wasalam dalam memahami Islam dan menerapkannya. Karena Rosululloh Salallahu Alaihi Wasalam sendiri hanya komitmen terhadap pengikutan kepada wahyu Ilahi, maka pada hakikatnya ittiba’ adalah mengikuti wahyu dari Alloh Subhanahu Wataala. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Ittiba’ pengawal kemurnian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan mungkin kita dapat menjaga kemurnian Islam kecuali dengan tetap konsisten (sangat tegas) kepada ittiba’. Meninggalkan ittiba' secara keseluru-han, berarti keluar dari Islam. Sedangkan meninggal-kan sebagian dasar ittiba’, berarti masuk ke dalam lingkaran bid’ah, bahkan bisa mengeluarkan seseo-rang dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman dan pelaksanaan tauhid sendiri harus di-kawal ketat dengan ittiba’. Jika tidak, pasti melahirkan pemahaman dan pelaksanaan yang salah, yang bisa sampai kepada kesyirikan atau paling sedikit akan me-nyampaikan kepada bid’ah. Yang dimaksud dengan pengawalan ittiba’ adalah bahwa pemahaman dan pelaksanaan tauhid dan agama Islam secara keselu-ruhan, harus mengikuti jalan Rosululloh Salallahu Alaihi Wasalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita simak contoh bahaya tidak adanya penga-walan tersebut yang terjadi pada awal zaman, yaitu sejak Nabi Adam Alaihi Salam diturunkan ke bumi sampai sepuluh generasi setelahnya, dimana umat manusia hanya ber-ibadah kepada Alloh Subhanahu Wataala. di atas tauhid. Di ujung zaman tersebut ada beberapa pemimpin dan pemuka agama yang nama-nama mereka adalah Wadd, Suwa’, Yaguts, Ya’uq dan Nasr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka meninggal dunia, setan membisikkan ke dalam hati pengikut dan pecinta mereka agar membuat patung-patung mereka dan patung-patung tersebut masing-masing diberi nama dengan nama-nama mereka. Lalu setiap patung ditempatkan di setiap tempat dimana masing-masing ulama tersebutmemberikan pelajaran-pelajaran mereka, dengan alasan agar ketika melihat patung-patung tersebut, maka para pengikut mereka akan ingat kepada ajaran-ajaran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah generasi para pembuat patung tersebut me-ninggal dunia, kemudian setan membisikkan kepada keturunan mereka bahwa sebenarnya bapak-bapak mereka berdoa dan meminta kepada patung-patung tersebut. Maka mulailah kaum Nuh Alaihi Salam menyembah patung-patung dan mulailah kesyirikan pertama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakadaan pengawalan pada kejadian ini adalah terjadinya pembuatan patung-patung sebagai alat pengingat yang merupakan bid’ah, keluar dari sunnah para nabi dan terjadilah malapetaka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita simak kedudukan ittiba’ dalam Islam me-lalui hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Rosululloh Salallahu Alaihi Wasalam mengikuti wahyu dan tidak sekali-kali memasukkan ke dalam Islam suatu ajaran yang berasal dari produk diri beliau sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;وَاتَّبِعْ مَا يُوحَى إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ikutilah apa yang diwahyukan Rabb-mu kepadamu. Sesungguhnya Alloh adalah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” [QS. al-Ahzab (33): 2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” [QS. an-Najm (53): 3-4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الأقَاوِيلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sesuatu perkataan atas (nama) Kami, niscaya Kami hantam dia dengan tangan kanan. Kemu-dian Kami putuskan urat tali jantungnya.” [QS. al-Haqqoh (69): 44-46]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Rosululloh Salallahu Alaihi Wasalam mengikuti jalan para nabi sebe-lumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muham-mad): ’Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Robb.” [QS. an-Nahl (16): 123]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kita diperintahkan untuk ittiba’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Robb kalian dan janganlah kalian mengi-kuti wali-wali selain-Nya. Amat sedikitlah kalian mengambil pelajaran (daripadanya).” [QS. al-A’rof (7): 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: ’Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Alloh kepada kalian semua, yaitu Alloh yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Robb (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kalian kepada Alloh dan Rosul-Nya, nabi yang ummi yang beriman kepada Alloh dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kalian mendapat petunjuk.” [QS. al-A’rof (7): 158]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171749878512320341-5430147620935496554?l=robbaniun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbaniun.blogspot.com/feeds/5430147620935496554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/12/ittiba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/5430147620935496554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/5430147620935496554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/12/ittiba.html' title='Ittiba’'/><author><name>Insan Robbani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10820809991662874007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/Sao-cG852eI/AAAAAAAAAho/9o40vbV0glc/S220/Soldiers+of+ALLAH.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/SWRGrA2H_MI/AAAAAAAAABY/HzeNFW_6OCo/s72-c/fall1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171749878512320341.post-3419085433014423759</id><published>2008-11-23T20:09:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T22:09:06.843-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pojok Mu&apos;alaf'/><title type='text'>Penyanyi Rap Kembali Pada Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i153.photobucket.com/albums/s204/mosmarth/mau-pulang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 191px; height: 131px;" src="http://i153.photobucket.com/albums/s204/mosmarth/mau-pulang.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Usianya 19 tahun ketika memutuskan mengucapkan dua kalimat syahadat. Sebelumnya, pemuda yang sekarang bernama Bilal Chin ini, bahkan tidak tahu bahwa Islam itu agama. Ketika ia melihat perempuan-perempuan yang mengenakan jilbab atau melihat Muslim berpuasa, Bilal hanya berpikir bahwa mereka pasti orang Asia atau Arab dan jilbab serta puasa hanya bagian dari budaya mereka, bukan perintah agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anak Band&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal muda sangat gemar main musik. Ia dan beberapa temannya di London Selatan membentuk group band dan mulai berkarir di musik. Bilal punya seorang teman yang kakaknya cukup terpandang dan dihormati di lingkungannya tinggal. Di London Selatan, kata Bilal, jika seseorang memilik kekayaan dan terpandang di lingkungannya, maka orang bisa disebut "orang sukses" dan Bilal sangat menghormati kakak temannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal dikenal sebagai "penyanyi rap yang sopan". Ia dan teman-temannya berlatih musik di sebuah ruangan bawah tanah di rumah sahabatnya itu. Ketika berlatih, kakak sahabat Bilal, seringkali turun ke bawah dan meminta mereka untuk menghentikan latihannya untuk beberapa menit. Beberapa lama kemudian Bilal baru tahu, mereka diminta berhenti sejenak karena kakak temannya itu hendak menunaikan salat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak sahabat Bilal tidak pernah menceramahi Bilal dan teman-temannya soal agama. Tiap kali ada kesempatang ngobrol, kakak sahabatnya itu cuma berbicara tentang tujuan hidup mereka dan kemana mereka akan pergi setelah mati. Saat itu Bilal percaya akan adanya Tuhan dan ketika manusia mati maka manusia itu akan dimintai pertanggungjawabannya selama hidup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal sangat terkesan dengan apa yang dikatakan kakak sahabatnya tadi dan mendorongnya ingin menjadi seseorang yang tahu apa tujuan hidupnya. Bilal ingin memastikan bahwa Tuhan menyayanginya dan menyukai apa yang ia lakukan dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal makin menghormati kakak sahabatnya dan dari dialah Bilal tahu tentang kitab suci al-Quran. Bilal berpikir, al-Quran pastilah kitab suci yang sangat baik karena telah membuat kakak sahabatnya itu menjadi orang yang sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tertarik untuk mengetahui isi al-Quran, Bilal dan kakak sahabatnya tadi pergi ke sebuah toko buku Islam di London Selatan. Si pemilik toko, juga menyarankan Bilal untuk membeli buku The Truth of the Life of this World karya Harun Yahya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku itu Bilal belajar bahwa harta yang melimpah, kehormatan dan kesuksesan bahwa jika manusia bisa memiliki dunia dan seisinya, semua itu sama sekali tidak bernilai di mata Allah swt jika manusia tersebut tidak beribadah pada Allah semata. Karena Allah hanya menyuruh umatnya di dunia untuk beribadah padaNya. Bilal mulai merasa hatinya tertambat pada Islam. Apalagi ketika teman Muslimnya mengatakan,"Jika kamu datang berjalan pada Islam, maka Islam akan mendatangimu dengan berlari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kebetulan atau tidak, Bilal jadi sering menemukan orang Islam. Pada suatu hari, ia pergi ke sebuah toko dengan bersepeda. Sesampainya di toko, ia bertemu seorang Muslim yang berbaik hati mau menjaga sepedanya sementara ia berbelanja di toko. Ketika masuk toko, ia mendengar penjaga toko yang sedang berbicara di telepon mengucapkan "Assalamu'alaikum." Bilal pun merasa Islam mendatanginya dari berbagai arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal makin tertarik mempelajari agama Islam dan mulai membaca buku-buku Islam. Dan di usinya yang ke-19 Bilal memutuskan masuk Islam dan mulai bersosialisasi dengan komunitas Muslim. Tentu saja sebagai mualaf, Bilal masih agak kaku dan bingung saat belajar salat. Siring waktu berjalan, Bilal pun terbiasa dan makin banyak teman dari kalangan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak teman-teman lama Bilal yang merasa ingin tahu mengapa Bilal masuk Islam. Sungguh tak terduga, Bilal justru mampu membuat beberapa temannya juga tertarik mempelajari Islam dan akhirnya ikut masuk Islam. Mulanya ada tiga teman, kemudian jadi sepuluh dan sampai 50 orang teman-temannya dari kalangan pemuda kulit hidum masuk Islam. Mereka kadang jalan bersama-sama ke masjid. Apalagi diantara pemuda itu ada yang dulunya sering melakukan tindakan kriminal, tapi sekarang mereka berjalan menuju masjid. Sungguh pemandangan yang menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, di pertengahan usia duapuluhtahunan Bilal memilih tinggal di Mesir. Ia mengatakan, lingkungan Mesir sangat baik untuknya dan membantunya menjauhkan diri dari lingkungan lamanya di London Selatan. Mesir menjadi tempat Bilal untuk memulai kehidupan barunya untuk menjadi seorang Muslim sejati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171749878512320341-3419085433014423759?l=robbaniun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbaniun.blogspot.com/feeds/3419085433014423759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/11/penyanyi-rap-kembali-pada-islam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/3419085433014423759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/3419085433014423759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/11/penyanyi-rap-kembali-pada-islam.html' title='Penyanyi Rap Kembali Pada Islam'/><author><name>Insan Robbani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10820809991662874007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/Sao-cG852eI/AAAAAAAAAho/9o40vbV0glc/S220/Soldiers+of+ALLAH.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171749878512320341.post-2561983792192001601</id><published>2008-11-17T18:13:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T18:29:29.335-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Rambu-Rambu Sirrotolmustaqim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://assunah.files.wordpress.com/2008/09/jalan-lurus1.jpg?w=220&amp;amp;h=145"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 220px; height: 145px;" src="http://assunah.files.wordpress.com/2008/09/jalan-lurus1.jpg?w=220&amp;amp;h=145" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Yang kami maksud dengan rambu-rambu sirotul mustaqim di sini adalah beberapa prinsip yang kalau dijadikan pegangan niscaya seseorang tidak akan sesat. Keempat rambu ini adalah uraian dari dua pilar utama yang Rosululloh saw sebutkan di hadits-hadits beliau yaitu “kitabullah dan sunnah beliau saw”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Tauhidulloh (Mengesakan Alloh swt).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid adalah mengesakan Alloh swt dalam rububiyah-Nya, yaitu dalam perbuatan-perbuatan ketuhanan-Nya, mengesa-kan dan memuliakan nama-nama dan sifat-sifat Nya serta mengesakan Alloh swt sebagai satu-satunya Ilah (sembahan) yang haq.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Lawan Tauhid adalah Syirik.&lt;/span&gt; Yaitu menyekutukan Alloh swt dalam rububiyah-Nya atau dalam nama-nama dan sifat-sifatnyaserta hak-hak ke-Illahan-Nya, atau menyekutukan pada salah satu atau sebagiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencampurkan Tauhid dengan kesyirikan adalah kesesatan terbesar yang mengekalkan seseorang di neraka Jahannam. (Na’udzubillahi mindzalik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh swt mengharamkan atasnya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang Zdolim itu seorang penolong pun” &lt;/span&gt;(QS. Al Ma’idah:72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Ittiba’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ittiba’ berarti “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengikutan&lt;/span&gt;”. Ittiba’ yang dimaksud sebagai dasar agama Islam adalah pengikutan kepada Rosululloh saw dalam memahami Islam dan menerapkannya. Karena Rosululloh saw sendiri semata-mata mengikuti wahyu Ilahi, maka pada hakikatnya ittiba’ adalah mengikuti wahyu dari Alloh swt.&lt;br /&gt;Penyelisihan rambu ini akan menghantarkan kepada amal-amal bid’ah yang menyengsarakan pelakunya di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Katakanlah: ” Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Alloh akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/span&gt; (QSAli ‘Imran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya kamu(wahai Rosululloh) salah seorang dari rosul-rosul (Yang berada) di atas Sirotulmustaqim (Jalan yang lurus)”&lt;/span&gt;  (QS. Yasin : 3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Sumber yang Benar dalam Hukum dan Pemahaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu rambu sirotul mustaqim yang sangat penting adalah menimba pemahaman Islam atau hidayah dari sumber yang benar. Satu-satunya sumber yang mutlak benar dalam Islam adalah wahyu Alloh swt yang berbentuk al-Qur’an dan Hadits. Ketika seseorang menimba Islam dari sumber yang salah, maka otomatis dia akan tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Alloh swt:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan tikaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak  bagi perempuan yang mukminah, apabla Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) dalam urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya, maka sungguh-lah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata”&lt;/span&gt; (QS. Al Ahzab:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya aku diberikan Al Kitab (Al Qur’an) dan wahyu yang semisal dengannya (Al Hadits).”&lt;/span&gt; (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Metode Pemahaman yang Benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlus sunnah berpegang teguh kepada pemahaman dan metode pemahaman para sahabat, karena mereka adalah generasi yang telah mendapat “serfitikat kebenaran” dari Alloh swt melalui banyak ayat-ayat al-Qur’an. Demikian pula jika mereka telah berijma’ terhadap suatu masalah, maka ijma’ mereka adalah suatu yang wajib diikuti dan tidak boleh memilih pilihan lain selain pilihan mereka.&lt;br /&gt;Selain memberikan “sertifikat kebenaran” tersebut, Alloh pun telah mengancam orang-orang yang menyelisihi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Alloh.”&lt;/span&gt; [QS. Ali ‘Imron (3): 110]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya Alloh telah rido terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Alloh mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).”&lt;/span&gt; [QS. al-Fath (48): 18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kalian telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah men-dapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguh-nya mereka berada dalam penentangan (kesesatan). Maka Alloh akan menangani mereka. Dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”&lt;/span&gt; [QS. al-Baqoroh (2): 137]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelisihan rambu ini telah meyesatkan banyak golongan, terutama Syi’ah yang dengan kedustaan-kedustaan tersusun rapih dan susunan-susunan penafsiran sesat berusaha keras untuk merobohkan rambu terakhir ini.&lt;br /&gt;Dalam usaha mereka untuk merobohkan rambu ini, Syi’ah telah menjalankan dua strategi busuk dan beracun:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memburuk-burukan dan meragu-ragukan keabsahan kedudukan para sahabat dengan cerita-cerita dusta atau hadits-hadits shohih yang diarahkan pengertiannya ke arah yang salah atau logika yang pada pandangan awal tampak benar dan kuat, tetapi ketika dibahas secara akal sehat dan dalil-dalil yang benar, akan tampak kelemahannya yang sangat jelas.&lt;br /&gt;Semua syubhat-syubhat mereka dalam hal ini telah terjawab secara gamblang oleh ulama Ahlus Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengajukan ahlulbait sebagai standar pengikutan untuk menggantikan peranan para sahabat dalam hal ini. Kemudian menentukan (seenak mereka) siapa yang ahlulbait dan siapa yang bukan ahlulbait. Setelah mengharuskan pengikutan kepada ahlulbait, merekapun mulai mengajukan “hadits-hadits” ahlulbait, yang kebanyakan adalah ciptaan mereka (syi’ah) sendiri.&lt;br /&gt;Mereka mengklaim kecintaan kepada ahlulbait, padahal nenek moyang yang mereka agungkan adalah musuh-musuh ahlulbait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam manhaj Islam yang murni, manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, kita sangat memuliakan ahlulbait, mencintai dan menghormati mereka lebih dari kaum muslimin lainnya, tanpa merusak timbangan keadilan. Akan tetapi harus kita ingat bahwa “pemuliaan” dan “pengikutan” adalah dua hal yang berbeda. Sebagai contoh, bisa kita lihat pada pemuliaan kita terhadap orang tua kita sendiri dan pengikutan kita terhadap petunjuk-petunjuk para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya, baik pemuliaan atau pengikutan harus ditunduk-kan pada petunjuk wahyu bukan kepada “perasaan” atau “logika akal” yang tidak terbimbing oleh wahyu Ilahi. Faktor keturunan tidak pernah menjadi legitimasi pengikutan di dalam Islam, sejak nabi Adam as sampai Nabi Muham-mad saw.&lt;br /&gt;Syubhat-syubhat syi’ah dalam hal inipun sudah terjawabkan dengan sangat memuaskan oleh ahlus sunnah wal jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dikutip dari buku &lt;a href="http://hasmi.org/"&gt;"Sirotolmustaqim"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171749878512320341-2561983792192001601?l=robbaniun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbaniun.blogspot.com/feeds/2561983792192001601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/11/rambu-rambu-sirrotolmustaqim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/2561983792192001601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/2561983792192001601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/11/rambu-rambu-sirrotolmustaqim.html' title='Rambu-Rambu Sirrotolmustaqim'/><author><name>Insan Robbani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10820809991662874007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/Sao-cG852eI/AAAAAAAAAho/9o40vbV0glc/S220/Soldiers+of+ALLAH.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171749878512320341.post-7398259838640738559</id><published>2008-11-03T01:17:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T02:02:59.225-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>10 Pembatal Keislaman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://melukislangit.files.wordpress.com/2008/06/maple11024.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 220px; height: 165px;" src="http://melukislangit.files.wordpress.com/2008/06/maple11024.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah seorang ulama Ahlus Sunnah dari negeri Yaman, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washabi, menulis dalam kitab beliau yang ringkas “Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid,” sepuluh sebab yang menyebabkan batalnya keislaman seseorang. Tidak seperti batalnya jenisjenis ibadah lain di dalam Islam yang tidak mengeluarkan seseorang dari agama, batalnya keislaman berakibat fatal kepada pelakunya di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2516473/10PembatalKeislaman.rar.html" target="_blank"&gt;Sepuluh Pembatal Keislaman&lt;/a&gt; itu ialah:&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Syirik&lt;br /&gt;2. Murtad&lt;br /&gt;3. Tidak mengkafirkan orang kafir&lt;br /&gt;4. Meyakini kebenaran hukum thaghut&lt;br /&gt;5. Membenci sunnah Rasul, meskipun diamalkan&lt;br /&gt;6. Mengolok-ngolok agama&lt;br /&gt;7. Sihir&lt;br /&gt;8. Menolong orang kafir untuk memerangi kaum muslimin&lt;br /&gt;9. Meyakini bolehnya keluar dari syariat Allah&lt;br /&gt;10.Tidak mau mempelajari dan mengamalkan agama&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita jadikan tulisan beliau sebagai bahan koreksi bagi kita semua, jangan sampai gara-gara kebodohan dan kelalaian kita selama ini keislaman kita sudah tidak lagi diakui Allah Ta’ala. Berikut adalah tulisan beliau yang sudah diringkas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Anda dapat &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2516473/10PembatalKeislaman.rar.html" target="_blank"&gt;mendownload &lt;/a&gt;10 Pembatal Keislaman &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2516473/10PembatalKeislaman.rar.html" target="_blank"&gt;di SINI.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171749878512320341-7398259838640738559?l=robbaniun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbaniun.blogspot.com/feeds/7398259838640738559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/11/10-pembatal-keislaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/7398259838640738559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/7398259838640738559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/11/10-pembatal-keislaman.html' title='10 Pembatal Keislaman'/><author><name>Insan Robbani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10820809991662874007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/Sao-cG852eI/AAAAAAAAAho/9o40vbV0glc/S220/Soldiers+of+ALLAH.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171749878512320341.post-7501932312087243434</id><published>2008-10-28T22:49:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T19:51:59.469-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Salaf'/><title type='text'>Keindahan Islam(Imam Hasan Al Bashri)</title><content type='html'>&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menceritakan keindahan Islam, tidak lepas dari a&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.harunyahya.com/indo/anak/images_books/images_endolearn/111.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 188px;" src="http://www.harunyahya.com/indo/anak/images_books/images_endolearn/111.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;jaran Islam itu sendiri dan orang-orang yang senantiasa istiqomah dalam menerapkan ajaran Islam itu sendir. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, Al ISlam adalah sebuah jalan yang memang diturunkan oleh Alloh Azawajallah. Jadi, Kesempurnaan ajaran Islam sudah tidak ada keraguan lagi di dalamnya. Oleh karena itu, dengan melihat ke dua sarat tadi, maka tinggal individunya sajalah yang memiliki kewajiban untuk menerapkan ajaran Islam secara kaffah, guna mencapai keindahan Islam yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Al Islam telah mencapai puncak kejayaannya pada masa, dimana orang-orangnya menerapkan ajaran Islam itu sendiri secara keseluruhan. Seperti contoh berikut ini, di sini anda akan membaca betapa luar biasanya ajaran Islam yang diterapkan oleh manusia-manusia yang telah disanjung oleh sang penciptanya. Selamat membaca...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imam Hasan Al-Bashri dan tetangga nashraninya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tetangganya ini memiliki kamar kecil untuk buang air kecil di loteng di atas rumah sang Imam. Atap rumah keduanya bersambung menjadi satu. Dan tanpa disadari ternyata Air kencing dari kamar kecil tetangganya tersebut merembes kebawah dan menetes ke dalam kamar Imam Hasan AL Bashri. Namun beliau sabar dan tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali. Beliau menyuruh istrinya meletakkan wadah untuk menadahi tetesan air kencing itu agar tidak mengalir ke mana-mana.&lt;br /&gt;Selama dua puluh tahu hal itu berlangsung, bukan waktu yang sebentar untuk menahan tidak membicarakan atau memberitahukan hal itu kepada tetangganya sama sekalai. Dia ingin benar-benar mengamalkan sabda Rasululloh SAW, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangganya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Imam Hasan Al Bashri sakit. Tetangganya yang nashrani itu datang ke rumah beliau utnuk menjenguk. Ia merasa aneh melihat ada air menetes dari atas ke dalam kamar sang Imam. Ia melihat dengan seksama tetesan air yang terkumpul dalam wadah. Ternyata itu adalah air kencing yang berasal dari rumahnya di atas. Tetangganya itu langsung mengerti bahwa lantainya telah bocor yang menyebabkan air kencingnya merembes ke kamar Imam Hasan AL Bashri. Dan yang membuatnya heran, mengapa sang Imam tidak mengatakan hal tersebut kepadanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Imam, sejak kapan Engkau bersabar atas tetesan air kencing kami ini...?&lt;/span&gt;" tanya si tetangga.&lt;br /&gt;Imam Hasan Al Bashri diam tidak menjawab. Beliau tidak mau membuat tetangganya merasa tidak enak. Namun, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Imam, katakanlah dengan jujur. sejak kapan engkau bersabar atas hal ini...? Jika tidak kau katakan, maka kami akan sangat tidak enak."&lt;/span&gt; desak tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"sejak dua puluh tahun yang lalu,"&lt;/span&gt; jawab sang Imam dengan suara parau.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kenapa tidak pernah memberitahukanku?"&lt;/span&gt; tanya tetangganya lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Nabi mengajarkan untuk memuliakan tetangga, Beliau bersabda,"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangganya!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu si tetangga yang nashrani itu langsung mengucapkan dua kalimat syahadat. ia dan seluruh keluarganya masuk Islam.&lt;br /&gt;Lihatlah,,, bukankah ini merupakan bukti keagungan dan keindahan Islam...? Sebuah gambaran akan kebenaran Islam yang langsung dipraktekkan oleh genersi terbaik yang menjalankan Islam deng sepenuh hati dan ilmunya.&lt;br /&gt;Dan, masih banyak lagi mutiara-mutiara generasi terdahulu yang memang telah menerapkan Al Islam dengan sepenuh hatinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171749878512320341-7501932312087243434?l=robbaniun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbaniun.blogspot.com/feeds/7501932312087243434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/10/keindahan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/7501932312087243434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/7501932312087243434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/10/keindahan-islam.html' title='Keindahan Islam(Imam Hasan Al Bashri)'/><author><name>Insan Robbani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10820809991662874007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/Sao-cG852eI/AAAAAAAAAho/9o40vbV0glc/S220/Soldiers+of+ALLAH.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171749878512320341.post-2615532426917099741</id><published>2008-10-24T03:23:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T03:32:06.594-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>KESEMPURNAAN ISLAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ekojalusantoso.com/images/air.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 182px; height: 242px;" src="http://www.ekojalusantoso.com/images/air.bmp" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saudaraku yang InsyaAlloh dimuliakan oleh Alloh Azawajallah. Alloh tentu sangat mengetahui tentang dunia beserta isinya. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa kita semua dan  alam ini diciptakan oleh Alloh ta’ala. Sejak jaman Nabi Adam as, bumi ini sudah dihuni oleh mahluk yang sempurna. Yang sengaja Alloh ciptakan hanyalah untuk beribadah semata-mata hanya kepada Alloh Azawajallah, dialah MANUSIA. Kita semua sebagai umat manusia memang diperintahkan oleh-Nya hanya untuk menyembah kepada yang haq untuk disembah Dialah sang pencipta alam semesta ini.&lt;br /&gt;Untuk melakukan peribadahan atau penyembahan kepada Alloh Azawajallah, Dia telah memberikan cara-cara ataupun metode yang disampaikan kepada para utusannya. Cara beribadah yang dilakukan oleh umat Nabi Musa as, berbeda dengan cara peribadahan yang dilakukan oleh Nabi Isa as. Begitupun cara-cara yang disampaikan-Nya kepada Nabi Muhammda SAW,  sangat berbeda dengan metode yang telah disampaikan kepada para nabi-nabi dan rasul-rasul yang telah terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban kita sebagai umat manusia adalah mengikuti(I’tiba) secara sepenuhnya kepada orang yang telah dipercaya oleh Alloh sebagai utusan untuk sebuah umat. Banyak sekali cerita yang dikabarkan dalam AlQur’an mengenai sebuah umat yang tidak mematuhi kepada rasul pada masanya. Dan kesemuanya berakhir dengan sangat mengenaskan. ada yang dikubur hidup-hidup, adapula yang ditenggelamkan.&lt;br /&gt;Saudaraku yang budiman, karena kita lahir pada masa setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW, maka sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mengikuti apa-apa yang telah diajarkan oleh beliau. Apa yang Nabi Muhammad SAW perintahkan, maka kerjakan. Dan apapun yang beliau larang maka kita tinggalkan. Tanpa perlu memikirkan apa yang terkandung didalam perintah-perintah yang disyari’atkan. Karena banyak umat terdahulu yang ditimpakan azab oleh Alloh Azawajallah, disebabkan pembangkanan kepada perintah rasulnya yang dikarenakan tidak sesuai dengan jalan pemikiran merekan. Oleh karena itu setiap perintah Nabi kita yang terkumpul dalam hadits-hadits sohih, maka secara mutlak kita dilarang menolaknya. Apabila kita masih memikirkan perintah-perintah Muhammad SAW, karna tidak sesuai dengan pandangan kita, maka tunggulah waktu yang telah dijanjikan oleh Alloh ta’ala.&lt;br /&gt;Namun pada jaman sekarang, banyak sekali yang belum mengetahui hakekat diutusnya Rasul tersebut. Banyak diantara saudara kita yang melakukan peribadahan-peribadahan yang sama sekali tidak dicontohkan oleh Soritauladan kita Nabi Muhammad SAW. Bahkan yang lebih memperihatinkan lagi, banyak para da’I-da’I yang menyebarkan paham yang salah tersebut kepada para santrinya. Bahkan ada yang berkata Islam haruslah mengikut perkembangan zaman yang ada. Mereka menganggap Islam adalah ketinggalan zaman, sehingga perlu ditambah-tambah atau dikurangi lagi. atau dengan kata lain, mereka berfikir bahwa Islam belumlah sempurna. Padahal banyak sekali dalil-dalil sohih yang menerangkan kesempurnaan Islam. Seperti berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Pertama:&lt;br /&gt;Dari Shahabat Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah pergi meninggalkan kami (wafat), dan tidaklah seekor burung yang terbang membalik-balikkan kedua sayapnya di udara melainkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan ilmunya kepada kami.” Berkata Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Tidaklah tertinggal sesuatu pun yang mendekatkan ke Surga dan menjauhkan dari Neraka melainkan telah dijelaskan semuanya kepada kalian”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Kedua:&lt;br /&gt;Dari Muththalib bin Hanthab, seorang Tabi’in terpercaya, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah aku tinggalkan sesuatu pun dari perintah-perintah Allah kepada kalian, melainkan telah aku perintahkan kepada kalian. Begitu pula tidaklah aku tinggalkan sesuatu pun dari larangan-larangan Allah kepada kalian melainkan telah aku larang kalian darinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Ketiga:&lt;br /&gt;Imam Malik bin Anas  rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang mengadakan suatu bid’ah dalam Islam yang ia pandang hal itu baik (bid’ah hasanah), maka sungguh dia telah menuduh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhianati risalah agama ini. Karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah berfirman: “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan agama-mu untukmu...” [Al-Maa-idah:. (Imam Malik rahimahullah selanjutnya berkata), “Maka sesuatu yang pada hari itu bukanlah ajaran agama, maka hari ini pun sesuatu itu bukanlah ajaran agama”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang secara sempurna untuk seluruh umat manusia dan segenap bangsa jin, orang-orang Arab dan non Arab, cocok untuk setiap tempat dan waktu, setiap generasi dan kondisi. Tidak ada suatu kebaikan melainkan telah ditunjukkan oleh Islam dan tidak ada keburukan melainkan telah diperingatkan oleh Islam. Allah Azza wa Jalla tidak akan menerima suatu agama dari siapa pun selain agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca hadits-hadits tersebut, Orang Normal pasti akan berpendapat bahwa Memang Ternyata Islam Sudah SEMPURNA, dan Islam tidak akan pernah ketinggalan zaman. Sehingga tidak perlu ditambah maupun dikurangi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallohua’alm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171749878512320341-2615532426917099741?l=robbaniun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbaniun.blogspot.com/feeds/2615532426917099741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/10/kesempurnaan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/2615532426917099741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/2615532426917099741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/10/kesempurnaan-islam.html' title='KESEMPURNAAN ISLAM'/><author><name>Insan Robbani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10820809991662874007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/Sao-cG852eI/AAAAAAAAAho/9o40vbV0glc/S220/Soldiers+of+ALLAH.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171749878512320341.post-990880237407582428</id><published>2008-10-21T19:30:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T20:07:24.260-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Tiga Landasan Utama Muslimin.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://voiceofsoul.files.wordpress.com/2007/09/foot-print.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 129px; height: 187px;" src="http://voiceofsoul.files.wordpress.com/2007/09/foot-print.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saudaraku seiman, semoga kita senantiasa di rahmati oleh Alloh Azawajallah. Dan senantiasa kita selalu menjauhi larangan-Nya dan menjalankan perintah-Nya. Serta senantiasa menjadikan Rasul Muhammad SAW sebagai tauladan yang baik dikehidupan kita sehari-hari. Sehingga setiap amalan Ibadah yang kita laksanakan diterima oleh Alloh ta'alah. Karena tidak sedikit dari saudara kita yang senantiasa beribadah dengan giat, tetapi Alloh tidak menerima Ibadah itu karena tidak ada contoh dari Rosul-Nya yang mulia.&lt;br /&gt;Saudaraku yang InsyaAlloh dimuliakan oleh ALloh, Alloh menurunkan kita ke dunia bukan untuk tujuan lain, melainkan untuk HANYA beribada kepada ALLOH Azawajallah. Untuk itu kita harus mengetahui dasar-dasar atau landasan kita saat beribadah kepada Alloh ta'alah. Berikut ini adalah tiga landasan utama yang harus dipegang oleh seorang muslim, agar selamat di Dunia maupun di Akherat. buku ini berjudul "&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2461440/TigaLandasanUtama.pdf.html" target="_blank"&gt;TIGA LANDASAN UTAMA"&lt;/a&gt; oleh: Syekh Muhammad At-Tamimi.Berikut adalah uraian singkat dari buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Saudaraku, Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda. Ketahuilah, bahwa Wajib bagi kita untuk mendalami empat malah, yaitu:&lt;br /&gt;a.  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ilmu&lt;/span&gt;, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam  berdasrkan dalil-dalilnya.&lt;br /&gt;b.  &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Amal&lt;/span&gt;, yaitu menerapkan ilmu ini.&lt;br /&gt;c.  &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Da'wah&lt;/span&gt;, yaitu mengajak orang lain kepada ilmu ini.&lt;br /&gt;d.  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sabar&lt;/span&gt;, yaitu tabah dan tangguh dalam menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, menamalkan dan berdakwah kepadanya&lt;br /&gt;dalilnya, firman Allah ta'ala:&lt;br /&gt;وَالْعَصْرِ .1&lt;br /&gt;إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ .2&lt;br /&gt;إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ .3&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. demi masa.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy-Syafi'i rahimahumulloh mengatakan: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seandainya ALlah hanya menurunkan surat ini saja sebagai hujjah buat mahluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surat ini sebagai hujjah bagi mereka.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;Imam Al-Bukhari rahimahumullah mengatakan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bab: Ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan."&lt;/span&gt; Dalilnya firman Alloh ta'alah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan yang haq melainkan Alloh dan mohonlah ampunan bagi dosamu&lt;/span&gt;" (QS. Muhammad:19)&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu(berpengetahuan)... sebelum ucapan dan perbuatan.&lt;br /&gt;Nah, setelah tahu 4 hal yang wajib diketahui, maka sekarang tinggal Tiga (3) landasan yang wajib diketahui oleh seorang muslim yakni adalah:&lt;br /&gt;1. Mengenal Allah Azawajallah&lt;br /&gt;2. Mengenal Islam&lt;br /&gt;3. Mengenal Nabi Muhammad S.A.W&lt;br /&gt;Untuk lebih jelas, maka anda dapat mendownload file pdf tersebut &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2461440/TigaLandasanUtama.pdf.html" target="_blank"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2461440/TigaLandasanUtama.pdf.html" target="_blank"&gt;Area Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171749878512320341-990880237407582428?l=robbaniun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbaniun.blogspot.com/feeds/990880237407582428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/10/tiga-landasan-utama-muslimin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/990880237407582428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/990880237407582428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/10/tiga-landasan-utama-muslimin.html' title='Tiga Landasan Utama Muslimin.'/><author><name>Insan Robbani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10820809991662874007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/Sao-cG852eI/AAAAAAAAAho/9o40vbV0glc/S220/Soldiers+of+ALLAH.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171749878512320341.post-4506076428915893353</id><published>2008-10-19T05:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T05:29:25.240-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silaturrahmi'/><title type='text'>Salam Ukhuwah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala pujian dan rasa syukur hanya patut kita panjatkan ke hadirat Allah Azawajallah, karena hanya dengan kemurahan dan rasa sayang-Nya, kita semua masih dapat menghirup udara segar dibumi ini.&lt;br /&gt;Karena kasih-Nya pula kami dapat menyelesaikan pembuatan blog ini. InsyaAllah, blog yang ada ini diniatkan oleh penulis seperti yang tertera pada alamatnya. Yakni menjadikan diri sendiri khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya, dapat menjadi sebuah generasi yang senantiasa mengingat Sang Penciptanya. Yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya. Baik itu yang disyari'atkan oleh Alloh Azawajallah yakni dalam Al-Qur'an, maupun hal-hal yang diwahyukan oleh-Nya kepada sauri tauladan kita Muhammad SAW yakni dalam As-Sunnah.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan artikel-artikel maupun tulisan-tulisan yang kami sampaikan dapat memberi keterangan yang lebih jelas tentang Islam yang sesungguhnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171749878512320341-4506076428915893353?l=robbaniun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbaniun.blogspot.com/feeds/4506076428915893353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/10/salam-ukhuwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/4506076428915893353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171749878512320341/posts/default/4506076428915893353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbaniun.blogspot.com/2008/10/salam-ukhuwah.html' title='Salam Ukhuwah'/><author><name>Insan Robbani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10820809991662874007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GQSx3A3isXs/Sao-cG852eI/AAAAAAAAAho/9o40vbV0glc/S220/Soldiers+of+ALLAH.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
